Showing posts with label Durga. Show all posts
Showing posts with label Durga. Show all posts

Saturday, March 17, 2012

Balian : Menguak Fenomena Balian dalam Kehidupan Orang Bali

Pada dasarnya konsep kehidupan orang Bali sbb : seluruh mahluk hidup mempunyai jiwa, baik tanaman, hewan maupun manusia. Jiwa (=Atman) berasal dari Tuhan YME; apabila jiwa tersebut masuk dan bereaksi dengan alam material ( yaitu ditambah lapisan-lapisan kehidupan) maka akan terbentuk makhluk hidup. Seperti itu sederhananya.

Lalu, yang disebut sebagai roh (atau roh gentayangan) adalah jiwa yang karena alasan tertentu belum/ tidak bisa menuju alam spiritual yg lebih tinggi (padahal badan kasarnya sudah tidak ada/ tidak bisa dipakai lagi). Jiwa ini (yaitu roh) masih diselubungi oleh beberapa lapisan (seperti pikiran, nafsu, keinginan dll) sehingga mereka masih mengingat segala sesuatunya semasa hidup.
 
http://blog.baliwww.com/wp-content/uploads/2008/09/balian.jpg
Kewajiban : Seorang Balian sedang menangani pasiennya
Menurut kepercayaan, roh-roh ini menempati alam-alam tertentu; bukan alam material, tapi alam spiritual di tingkat-tingkat tertentu, sesuai kesadarannya terhadap Tuhan. Jadi, bila ada orang dengan kemampuan khusus (biasanya dikenal dengan istilah: "dukun", "cenayang" atau "medium") dan orang ini bisa menjadi perantara, maka roh ini bisa digunakannya.

Thursday, March 15, 2012

Tantrayana : Menguak Keyakinan Calonarang

Rakyat Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku, sejak dahulu memeluk agama yang berbeda-beda. Tantrayana adalah suatu aliran atau sekte yang pada masa lampau pernah cukup banyak pemeluknya dan berkembang luas di Indonesia; bahkan raja Kertanegara dari kerajaan Singasari adalah seorang penganut yang taat dari agama Budha Tantra.

Raja Kertanegara dari kerajaan Singasari di Jawa Timur adalah seorang raja yang sangat taat melaksanakan ajaran Tantrayana. Beliau hidup berpesta pora di dalam istana bersama-sama dengan mentri-mentri dan para pendeta terkemuka. Bahkan ketika Singasari diserbu oleh pasukan kerajaan Kediri pun mereka sedang mengadakan pesta pora, tetapi upacara pesta pora, makan minum besar-besaran tersebut bukan sebagai pesta biasa, melainkan raja bersama para mentri dan pendeta itu sedang melakukan upacara-upacara Tantrayana (Soekmono, 1959 : 60).

Untuk mengungkapkan perkembangan Tantrayana di Bali maka uraian tidak bisa lepas dari hubungan Bali dengan Jawa Timur, yang dimulai dengan perkimpoian raja Dharma Udayana Warmadewa di Bali dengan seorang putri raja Jawa Timur yang bernama Sri Gunapriyadharmapatni. Beliau adalah putri Makutawangsawardhana, sedangkan Makutawangsawardhana adalah cucu Raja Sindok. Pada masa pemerintahan Raja Sindok di Jawa Timur Tantrayana telah berkembang. 


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitSml-pau_3jMsnv1tMW9-tmTBYeaCIyvPraVATLs9ZwjmNt6avYijshlUjW1Ce8055llTjbLxXrH8Bi4SL2_86r898t3fQURBZWR2ieAIp9AOAzTMpT_wSJEo_BqrPxAPqjSIh7YEtwuu/s1600/3524244659_f68fe1cd08_b.jpg
Rangda

Pada waktu itu telah disusun kitab Sang Hyang Kamahayanikan yang menguraikan soal-soal ajaran dan ibadah agama Budha Tantra. Kemungkinan bahwa Sri Gunapriyadharmapatni atau Mahendradhatta pun telah terpengaruh oleh aliran itu di tempat asalnya di Jawa timur, sebab di Bali jaman pemerintahan raja Dharma Udayana Warmadewa dan Gunapriyadharmapatni merupakan jaman hidup suburnya perkembangan ilmu-ilmu gaib. 

Wednesday, March 7, 2012

Leak Bali : Lebih Jauh Tentang Ilmu Pangleakan Bali...(Hati-Hati!)

Sama seperti halnya ilmu2 lain yang ada di jagat raya, di Bali juga terdapat 2 jenis ilmu yaitu ilmu putih (penengen) dan ilmu hitam (pangiwa). Ilmu hitam (pangiwa) sering juga disebut aji wegig/aji ugig. Adapun cara untuk mendapatkan ilmu tersebut bisa dengan cara membeli ataupun meminta (nunas) dan belajar di bawah pengawasan gurunya. Berikut kira2 cara untuk memperoleh ilmu hitam / pengleakan tersebut: