Kain Poleng_kain bermotif kotak dengan warna hitam-putih ini
mungkin tidak berlebihan kalau diidentikan sebagai “warna khas Bali”. Dengan
mudah kain ber motif ini ditemui hampir disetiap per-empatan, pohon
besar, gerbang pura bahkan dipakai pula sebagai kain (jarig) penari
kecak dan para pengawal/petugas keamanan tradisional (pecalang).
Bagi rekan-rekan penggemar cerita wayang, kain poleng juga dapat dilihat pada beberapa tokoh utama seperti Bima dan Hanoman.
Kain Poleng rupanya kini sudah menjadi bagian dari kehidupan religius
umat Hindu di Bali. Tidak saja digunakan untuk keperluan religius yang
sifatnya sakral, kain poleng juga banyak digunakan untuk hal-hal yang
sifatnya profan atau sekuler.
![]() |
| Cermin baik dan buruk |
Di pura, kain poleng digunakan
untuk tedung (payung), umbul-umbul, untuk menghias palinggih (tugu),
patung, kulkul (kentongan). Tidak hanya benda seni sakral, bahkan pohon
yang ada di pura pun banyak dililit dengan kain poleng.

